
Proyek Prioritas & Target Penggalangan Dana 2025

1. Mendukung pendidikan berkelanjutan anak-anak 91 Manikaji:
Sebanyak 91 siswa kami di sekolah EBPP terpencil Manikaji di Gunung Abang bergantung pada EBPP untuk pendidikan mereka, dari usia 6-18 tahun, karena sekolah pemerintah terlalu jauh dan tidak ada transportasi umum yang tersedia di desa pegunungan Bali Timur yang besar ini. Sebagian besar orang tua buta huruf dan berharap anak-anak mereka yang berpendidikan akan mendapatkan masa depan yang lebih baik dan terbebas dari lingkaran kemiskinan. Biayanya hanya US$367/siswa/tahun. Perkiraan biaya US$33.397.
2. Penjangkauan malnutrisi
dan intervensi:
Mengembangkan “model keluarga” yang dapat direplikasi untuk menghilangkan kekurangan gizi di antara 3.800 keluarga yang tinggal di 15 dusun di Desa Ban, melalui studi kekurangan gizi interaktif 5 tahun yang komprehensif (2023 adalah Tahun 4), bermitra dengan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, bekerja sama dengan ibu hamil dan keluarga mereka, keluarga dengan bayi berusia di bawah 2 tahun, dan gadis remaja. Diperkirakan biaya tahun 2023 sebesar US$ 42.355 (AU$ 63.500) . Sejauh ini kami telah mengumpulkan US$ 23.895 (AU$ 35.800) ; dana yang masih dibutuhkan untuk tahun 2023: US$ 18.460 (AU$ 27.700)


3. Meningkatkan infrastruktur jalan tanah untuk 700 keluarga & 3 sekolah:
Memperbaiki jalan tanah yang tidak aman demi akses yang lebih aman bagi siswa kita untuk pergi ke sekolah EBPP Manikaji, Darmaji dan Jatituhu dan untuk akses yang aman bagi masyarakat ke fasilitas kesehatan lokal dan regional dan memungkinkan peningkatan hasil pertanian dan pembangunan ekonomi dengan mengangkut hasil panen surplus ke pasar lokal dan regional:
Jalan tanah sepanjang 3.600 meter dari Sekolah Manikaji ke Sekolah Darmaji: US$19.775
Jalan beton sepanjang 1.500 meter dari Sekolah Darmaji ke Sekolah Jatituhu: US$8.245
4. Keamanan pangan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan untuk 700 keluarga:
Lahan pertanian abu vulkanik yang terjal dan berpasir seluas 1.100 hektar yang menopang 3 sub-desa paling terisolasi dan tertinggal yaitu Manikaji, Darmaji & Jatituhu, di lereng tengah Gunung Abang tidak memiliki sungai atau mata air pegunungan dan hanya tanaman singkong dan jagung yang dapat ditanam selama musim hujan 4-5 bulan. EBPP, bekerja sama dengan kelompok petani yang sangat termotivasi, ingin memberikan pelatihan dan sumber daya bagi para petani dan mahasiswa EBPP dalam permakultur lahan kering berkelanjutan dan agroforestri untuk menanam makanan bergizi, tanaman komersial, dan pohon multi-manfaat untuk dijual ke pasar lokal dan regional menggunakan infrastruktur jalan yang ditingkatkan. Perkiraan biaya US$50.000.


3. Meningkatkan infrastruktur jalan tanah untuk 700 keluarga & 3 sekolah:
Many families still practice open defecation, leading to unhealthy environments and the spread of disease. Building toilet and bathroom blocks is essential to improve sanitation, hygiene and health, especially for children, by providing safe, clean spaces that promote well-being and lead to healthier communities.
Costs for one toilet & bathroom block: Rp5,392,800 (US$341)
4. Keamanan pangan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan untuk 700 keluarga:
Lahan pertanian abu vulkanik yang terjal dan berpasir seluas 1.100 hektar yang menopang 3 sub-desa paling terisolasi dan tertinggal yaitu Manikaji, Darmaji & Jatituhu, di lereng tengah Gunung Abang tidak memiliki sungai atau mata air pegunungan dan hanya tanaman singkong dan jagung yang dapat ditanam selama musim hujan 4-5 bulan. EBPP, bekerja sama dengan kelompok petani yang sangat termotivasi, ingin memberikan pelatihan dan sumber daya bagi para petani dan mahasiswa EBPP dalam permakultur lahan kering berkelanjutan dan agroforestri untuk menanam makanan bergizi, tanaman komersial, dan pohon multi-manfaat untuk dijual ke pasar lokal dan regional menggunakan infrastruktur jalan yang ditingkatkan. Perkiraan biaya US$50.000.


